Suasana khusuk Sholat Jum’at siang itu terasa agak miris ( mendirikan bulu kuduk kata orang ), masalahnya materi yang dibawakan oleh Khatib saat itu, bahwa 25 % dari total penduduk kita SAKIT, artinya satu dari empat penduduk kita dalam keadaan sakit, sakit yang dalam pengertian sakit jiwa dan mental karena LAILLAH HAILLALLAH MUHAMMAD DARASULLULLAH sudah terkikis atau habis sama sekali dari dalam hati. Mengapa saya katakan miris, berarti satu orang yang ada di kanan,kiri,depan dan belakang saya yang ikut berjamaah pada saat itu dalam keadaan SAKIT ( bisa saja penulis yang sakit,,,he,he,he )
Itulah sebabnya kenapa akhir-akhir ini banyak kita dengar dan kita lihat, baik melalui radio dan televisi bahwa pasien Rumah Sakit Jiwa bertambah cukup signifikan, entah pasien tersebut dari golongan atas, menengah dan bawah, pun sebabnya dari bermacam-macam hal. Seperti kita pernah lihat di beberapa stasiun televise swasta berita yang menayangkan seorang kandidat bupati akhirnya gila karena kalah dalam pemilihan. Begitu juga kita pernah lihat seorang pengemis jadi gila karena tidak mampu lagi membeli beras.
Penulis bukanlah seorang yang ahli dalam hal agama, politik ataupun masalah social, tapi mari kita lihat sekeliling kita mungkin saja salah satu dari anggota keluarga kita dirumah masuk dalam yang 25 % itu ( moga-moga istri dan ketiga buah hati kami tidak termasuk didalamnya, Amin ).
Artinya kita harus kembali ke fitrah kita sebagai umat / hamba Allah, janganlah terlalu berlebihan, ukurlah kemampuan dan kapasitas serta kapabilitas kita boleh saja ikhtiar untuk melakukan dan menjadi apapun tapi sekali lagi ingat keterbatasan kita.
Berzikir dan berdo’a lah setiap waktu bukan disetiap kesempatan, dijalan, dikendaraan, dikantor, dirumah agar pikiran dan hati kita selalu tenang dan damai sehingga dapat melahirkan pikiran dan jiwa yang bersih.
Itulah sebabnya kenapa akhir-akhir ini banyak kita dengar dan kita lihat, baik melalui radio dan televisi bahwa pasien Rumah Sakit Jiwa bertambah cukup signifikan, entah pasien tersebut dari golongan atas, menengah dan bawah, pun sebabnya dari bermacam-macam hal. Seperti kita pernah lihat di beberapa stasiun televise swasta berita yang menayangkan seorang kandidat bupati akhirnya gila karena kalah dalam pemilihan. Begitu juga kita pernah lihat seorang pengemis jadi gila karena tidak mampu lagi membeli beras.
Penulis bukanlah seorang yang ahli dalam hal agama, politik ataupun masalah social, tapi mari kita lihat sekeliling kita mungkin saja salah satu dari anggota keluarga kita dirumah masuk dalam yang 25 % itu ( moga-moga istri dan ketiga buah hati kami tidak termasuk didalamnya, Amin ).
Artinya kita harus kembali ke fitrah kita sebagai umat / hamba Allah, janganlah terlalu berlebihan, ukurlah kemampuan dan kapasitas serta kapabilitas kita boleh saja ikhtiar untuk melakukan dan menjadi apapun tapi sekali lagi ingat keterbatasan kita.
Berzikir dan berdo’a lah setiap waktu bukan disetiap kesempatan, dijalan, dikendaraan, dikantor, dirumah agar pikiran dan hati kita selalu tenang dan damai sehingga dapat melahirkan pikiran dan jiwa yang bersih.
4:24:00 PM
Unknown
Posted in:






0 Commentary:
Posting Komentar