Pinjaman Bernilai 86.400 Detik
Andai saja setiap pagi bank memberi ANDA pinjaman uang sebesar Rp 86.400,- dan Anda diberi kebebasan untuk digunakan hanya pada hari itu saja, apa yang akan Anda lakukan? Pastinya Anda akan memanfaatkan uang itu sebaik-baiknya sebelum hari itu berakhir. Daripada hangus begitu saja, ya manfaatkan untuk apa saja. Bahwa sesungguhnya kita semua memiliki bank seperti itu, yaitu "waktu". Setiap pagi ia ( waktu ) akan memberi Anda pinjaman 86.400 detik yang akan hangus jika tidak Anda gunakan pada hari itu juga. Tidak ada waktu tambahan dan tidak ada "uang muka" untuk pinjaman esok harinya. Jadi gunakan waktu Anda sebaik-baiknya dan mulailah bertindak sekarang juga.

Sabtu, 13 Juli 2013

**** SIAP2 JADI MILAYADER DI TAHUN 2014 *****


Yang Sudah Masuk Rising STAR Artinya Siapa saja yang ingin berpenghasilan Ratusan Juta Bahkan MiLyar Rupiah Dengan Membuat Keputusan untuk mendaftar dari sekarang,sy ucapkan selamat karena berdasarkan perhitungan 1% dari profit Stiforp selama 1 tahun sekitar 2 Milyar lebih.
Bagaimana koq tahu? Dari email pemiliknya si Nauder Khazan Stiforp rata2 pertahun memiliki profit 130 Billion dollar atau 130 Milyar dollar.

"Stiforp is setting RECORDS in our $130 BILLION a year direct selling industry…"

Umpama nih yang masuk Rising STAR 5000 member tinggal bagi saja : 130 Milyar dollar x 1% = 1,3 Milyar dollar dibagi 5000 = 260.000 $ atau sekitar 2,5 Milyar!!
Mantap bro!! Buktinya lihat disini
http://tinyurl.com/o32ntr4

Nah kalau umpama tahun ini keuntungannya naik dan yang masuk kualifikasi tidak sampai 5000 orang, Gimana?? Tambah besar bonus Rising STAR-nya!!
jadi memancing 2,5 Milyar dengan 1.7 jutaan apa bisa?? Bisa koq hanya di Stiforp! ingat masih ada waktu 1 bulanan, bagi yang mau ngejar Rising STAR.
yang belum join dan mau ngejar Rising STAR bisa di team sy, nanti sy bantu, segera daftar di web sy Info Lengkap :
"Orang biasa hanya bicara. Orang yang baik akan menjelaskan. Orang yang lebih tinggi akan menunjukkan. Orang hebat akan menginspirasi orang lain untuk melihat diri mereka sendiri."

25 % Dari Total Penduduk Kita sakit

Suasana khusuk Sholat Jum’at siang itu terasa agak miris ( mendirikan bulu kuduk kata orang ), masalahnya materi yang dibawakan oleh Khatib saat itu, bahwa 25 % dari total penduduk kita SAKIT, artinya satu dari empat penduduk kita dalam keadaan sakit, sakit yang dalam pengertian sakit jiwa dan mental karena LAILLAH HAILLALLAH MUHAMMAD DARASULLULLAH sudah terkikis atau habis sama sekali dari dalam hati. Mengapa saya katakan miris, berarti satu orang yang ada di kanan,kiri,depan dan belakang saya yang ikut berjamaah pada saat itu dalam keadaan SAKIT ( bisa saja penulis yang sakit,,,he,he,he )
Itulah sebabnya kenapa akhir-akhir ini banyak kita dengar dan kita lihat, baik melalui radio dan televisi bahwa pasien Rumah Sakit Jiwa bertambah cukup signifikan, entah pasien tersebut dari golongan atas, menengah dan bawah, pun sebabnya dari bermacam-macam hal. Seperti kita pernah lihat di beberapa stasiun televise swasta berita yang menayangkan seorang kandidat bupati akhirnya gila karena kalah dalam pemilihan. Begitu juga kita pernah lihat seorang pengemis jadi gila karena tidak mampu lagi membeli beras.
Penulis bukanlah seorang yang ahli dalam hal agama, politik ataupun masalah social, tapi mari kita lihat sekeliling kita mungkin saja salah satu dari anggota keluarga kita dirumah masuk dalam yang 25 % itu ( moga-moga istri dan ketiga buah hati kami tidak termasuk didalamnya, Amin ).
Artinya kita harus kembali ke fitrah kita sebagai umat / hamba Allah, janganlah terlalu berlebihan, ukurlah kemampuan dan kapasitas serta kapabilitas kita boleh saja ikhtiar untuk melakukan dan menjadi apapun tapi sekali lagi ingat keterbatasan kita.
Berzikir dan berdo’a lah setiap waktu bukan disetiap kesempatan, dijalan, dikendaraan, dikantor, dirumah agar pikiran dan hati kita selalu tenang dan damai sehingga dapat melahirkan pikiran dan jiwa yang bersih.

Abaca Fibre

ABACA FIBRE, the most valuable of all fibres for cordage, the product of Musa textilis (family Musaceae). This fibre is also known in the trade as manila and manila hemp, but abaca is a hard fibre and is entirely different from true hemp, which is a soft fibre and is the product of Cannabis sativa.

The abaca plant, which resembles in appearance the banana and plantain, to which it is closely related, is a perennial growing from short rootstocks. Numerous suckers grow from the rootstocks, forming a cluster of stalks 10 to 25 ft. in height. These stalks are formed by the broad, overlapping leaf items and bear at the top a crown of large, undivided leaves. The point of growth is at the base, and the fibre is obtained from the outer portion of each successive leaf stem. The flower stalk is pushed up through the centre of the plant, bearing at the top flowers that are followed by fruits similar to small bananas but filled with black seeds. Abaca plants grown from seeds do not come true to type, and this plant is propagated from suckers or from rootstocks.


The abaca plant flowers when about two years old, at which stage it is in the most favourable condition for the production of fibre. The stalk is then cut down, and the outer fibre-bearing layer of each successive leaf stem is stripped off in the form of ribbons, known as "tuxies." The tuxies are pulled under a knife that is pressed against a block of wood by means of a bamboo spring. This scraping process removes the pulp and other waste material, leaving the cleaned fibre in the hands of the operator. The fibre so cleaned has only to be hung up to dry in the open air, when, without further treatment, it is ready to be graded and baled for shipment. A small machine that is an adaptation of the hand cleaning process is used rather extensively in the Philippines. In operating this machine, the tuxie is looped around a revolving wooden spindle, which draws it under the stripping knife. Large automatic machines, of the same type as the sisal-cleaning machines, are used for cleaning abaca fibre in Indonesia and in countries of Latin America.

The quality or grade of abaca fibre is determined by the part of the stalk from which the fibre is obtained, by the amount of serration of the stripping knives and the degree of tension holding the knife against the block, and by prompt and careful drying of the fibre. The outer sheaths of the abaca stalk contain a rather short, strong but discoloured fibre; the middle sheaths produce a fibre of medium colour and good strength, the sheaths near the centre of the stalk have a very white, fine fibre of medium strength. In the process of cleaning abaca fibre, the use of coarsely serrated stripping knives and the lack of proper tension on the stripping knife result in the production of coarse low-grade fibre. Delay and carelessness in drying affect both the colour and the strength of the fibre.

The exceptional strength of abaca fibre and its quality of resistance to the action of salt water make it particularly suitable for marine cordage. It is also largely used for well-drilling cables. hoisting ropes and various other types of rope where strength and durability are required. Henequen and sisal have largely replaced abaca as a binder twine fibre. In the Philippines the superior grades of abaca are used for textile fabrics, hats, slippers rugs and various other articles. In Japan, large quantities of abaca fibre, and particularly the waste products, are used for the manufacture of paper. From the old and disintegrated ropes is made the well-known manila paper.

The abaca plant has been introduced into many different tropical regions, including Indonesia, India, the Andaman Islands, the West Indies and Central America, formerly the commercial production of this fibre was confined to the Philippine Islands. About 1921, shipments of abaca rootstocks were made from the Philippine Islands to Sumatra, where fairly large plantings were made. Despite some expansion of the industry there, it remained relatively unimportant. Small abaca plantings were also made in North Borneo. In 1925 a shipment of propagating material of the superior varieties of abaca was brought from the Philippine Islands to the republic of Panama by the United States department of agriculture. It was determined by experimental plantings that the climatic and soil conditions of this region are suitable for the abaca plant; that this plant is resistant to the more serious diseases of the banana plant and that abaca fibre of excellent quality can be produced in tropical America. In 1937 and 1939 these plantings were expanded to about 2,000 ac., and after 1942 there was a larger expansion in Costa Rica, Guatemala, Panama and other countries of Central America. (H. T. Es.)
http://stiforpdepok.STIFORPFILM.com  

Penting|Protec Your's Property

PENTING - MOHON DIBACA - JANGAN DIACUHKAN MOHON BACA PESAN
> INI - PERINGATAN YANG SANGAT PENTING !!

Jika anda menerima panggilan telepon dari seseorang dengan no.telp yang tidak dikenal atau terdaftar, berkata bahwa dia (pria/wanita) berasal dari divisi engineering/ teknisi perusahaan salah satu vendor/operator cellphone yang ingin memeriksa sambungan telepon atau sinyal atau dengan alasan apapun, dan selanjutnya dia berkata bahwa kita harus menekan tombol # 90 atau #09 atau nomor apapun (bisa juga dengan kode huruf), secepatnya matikan/putuskan sambungan telepon tersebut tanpa menekan tombol yang mereka minta. karena saat ini ada penipu-penipu yang menggunakan peralatan dimana jika anda menekan tombol #90 atau #09 maka penipu-penipu tersebut dapat mengakses SIM card telepon kita dan mereka dapat menggunakan line anda dengan dan atas biaya anda.
Mohon forward email ini kepada seluruh teman anda untuk mencegah tindak kriminal ini. dan juga ada beberapa issue lainnya.
Jika anda menerima telepon di telepon genggam/cellphone dan layar cellphone anda menampilkan display seperti ini :
> (XALAN).
JANGAN MENERIMA SAMBUNGAN TELEPON TERSEBUT, HARAP LANGSUNG MATIKAN TELEPON ANDA DENGAN MENEKAN TOMBOL POWER (ON/OFF) CELLPHONE ANDA..
Karena jika anda menerima sambungan telepon tersebut maka cellphone anda akan terkena virus. virus ini akan menghapus seluruh IMEI dan Informasi IMSI dari cellphone dan SIM card anda, dimana selanjutnya anda akan terputus hubungan sama sekali dari vendor/operator manapun. (dimana anda harus mengganti cellphone dan SIM card anda dengan yang baru).
Informasi ini telah dikonfirmasi dengan Motorola and Nokia.. saat ini terdapat lebih dari 3 juta telepon genggam/cellphone yang terkena Virus ini. anda pun dapat membaca berita ataupun informasi mengenai hal ini di situs web CNN.
MOHON PESAN INI DAPAT DILANJUTKAN KEPADA TEMAN-TEMAN ANDA.

Mengajak Masyarakat Bertanam Pohon Uang

HARI-hari ini, mungkin tidak ada pembicaraan lain lebih menarik selain memperbincangkan uang. Khususnya, sesudah dalam kecemasan luar biasa, kita melihat sekaligus sadar, betapa kinerja rupiah semakin lunglai. Sementara dollar AS terus-menerus tambah perkasa."Tidak saja dalam nilai tukar, dari sisi kualitas kertasnya, rupiah kita memang gampang layu," kata Dr Djan Mahruzar (53) dalam nada datar. Kami berbicara di salah satu kantornya, di kawasan Pondok Indah Jakarta, dalam sebuah rumah asri berpagar besi tinggi dilengkapi petugas keamanan yang berjaga dengan waspada.

"Ambil saja selembar uang kertas rupiah bersama-sama dollar. Masukkan ke air, kemudian lihat..." Hampir bisa dipastikan begitu kertas dollar dikibaskan, tidak lama kemudian segera mengering dan kembali lagi kepada bentuknya semula. Sementara rupiah, bukan saja malah berantakan, kucel, dan yang biasa terjadi, lantas jadi agak tidak karuan bentuknya.

Sambil bergurau, Djan begitu nama panggilannya, menambahkan, "Bisa-bisa, gambar Pak Harto di lembaran 50.000 rupiah hilang senyumnya..."

Pernyataan terakhir sekadar sendau gurau. Akan tetapi, kualitas kertas berharga yang dipakai mencetak rupiah, tampaknya memang beda jauh dari kertas dollar. Maka juga jangan heran kalau rupiah mudah lecek. Bahkan tanpa harus menunggu puluhan tahun-karena uang selalu beredar dan pindah tangan-umumnya uang kertas kita mudah sekali pudar cahayanya. Apalagi lembaran senilai 20.000 rupiah bergambar Ki Hajar Dewantara yang aslinya pucat, "...mana mungkin mampu membikin hijau mata kita. Hijau adalah warna dasar dollar AS, yang secara konservatif ternyata sejak awal mereka pakai untuk mencetak uang kertas..."

Rupiah sebagian besar dicetak di luar negeri, konon demi alasan keamanan. Dilengkapi dengan tanda air, benang pengaman serta beragam upaya untuk menangkal pemalsuan. Ironisnya, percetakan di Kudus (Jawa Tengah) malah sedang kebanjiran pesanan uang asing. Djan Mahruzar menjelaskan, "... ada enam negara lain juga segera mempercayakan mata uangnya untuk dicetak di Kudus."

PERTANYAANNYA, mengapa kertas rupiah kita gampang kusut?

"... dari sono-nya, bahan kertas yang dipakai bukan prima. Sementara itu, segala macam uang kertas dunia; dolar, euro, atau yen, memakai kertas berharga dengan bahan dasar murni tanaman abaca."
Djan Mahruzar melukiskan, tanaman abaca dengan nama ilmiah Musa textilis NEE, sesungguhnya di masyarakat kita bukan tanaman asing. Di pedesaan, tanaman ini dikenal sebagai "pisang lanang" karena tak pernah menghasilkan buah, kecuali dedaun rimbun. Kelopak daun "pisang lanang" yang sesudah diolah akan bisa diubah menjadi serat, dirajut dan dibikin lembaran-lembaran kertas. Abaca termasuk famili Musaceae (jenis pisang-pisangan), biasa tumbuh liar di Pulau Mindanao Filipina Selatan serta Kepulauan Sangihe, Indonesia.
Tanaman abaca juga sering diistilahkan sebagai pohon uang, sebutan yang tidak keliru, karena hampir 80 persen produk seratnya dikhususkan untuk bahan baku pembuat uang kertas. Selain itu, dengan memiliki sifat dasar kuat berikut tahan air, bubur kertas abaca juga dipakai untuk membuat kertas berkualitas tinggi, dokumen, kertas berharga, kertas cek, kantung teh celup, kertas mimeograph, kertas berlapis besi, tali kapal, dan tekstil halus.
Sayangnya, Sangihe hanya gugusan pulau-pulau kecil, sama sekali tidak sebanding dengan Mindanao, salah satu pulau terbesar di Filipina. Masih lagi ditambah dengan kenyataan, produk abaca di sana sudah lama mendunia, diekspor langsung lewat Manila. Jadilah nama dagang untuk serat abaca, "Manila Hemp."

Joaquin Teotico dari Fiber Industry Development Authority (FIDA) Filipina menyebutkan, "Kebutuhan dunia atas serat abaca harus kita cukupi untuk mengimbangi lonjakan permintaan bubur kertas dan beragam produk sisa serat abaca." FIDA mematok target, selama lima tahun mendatang panenan abaca harus bisa ditingkatkan menjadi 1.500 kg per hektar dari catatan sekarang yang hanya 670 sampai 700 kg/hektar.

Menurut Kantor Berita Filipina PNA, ekspor serat abaca melonjak dari 8.618 metrik ton (1989) menjadi 17.987 metrik ton pada tahun 1998. Sebuah angka peningkatan 74 persen yang sangat fantastis. Dalam periode sama, permintaan tekstil halus eks abaca ikut melonjak dari 7.000 m2 menjadi 224.841 m2. Menurut catatan FIDA, ekspor serat abaca per tahunnya menyumbangkan keuntungan 85 juta dolar AS.

SEKARANG, kata Djan Mahruzar bersemangat, itulah tantangannya, sanggup tidak kita ikut merebut pasar dunia abaca. Didukung kenyataan, abaca bukan tanaman asing, iklim membantu, lahan luas dan teknologinya sederhana. Sebelum Perang Dunia II, Indonesia masih bisa memanen 30.000 ton per tahun serat abaca dengan sentra produksi tersebar di Sumsel, Jawa, Sangihe, dan Kalimantan. Tetapi sesudah kemerdekaan, Indonesia tinggal punya satu pabrik yang tersisa, PT Perkebunan Bayulor di Banyuwangi (Jatim) dengan areal seluas 400 ha.

"Situasinya semakin lebih memprihatinkan, karena tingkat produksinya tak lebih dari empat sampai enam ton serat kering per tahun. Selain sebagai produk unggulan untuk ekspor nonmigas, abaca juga bisa berperan dalam menciptakan lapangan kerja," katanya. Sejak kegiatan penanaman, pemeliharaan sampai kepada pemrosesan akan menyerap banyak tenaga kerja.
Ajakan untuk menanam abaca disambut hangat Bupati Agam (Sumbar) Aristo Munandar. Awal bulan Juni lalu dia menyatakan telah tersedia lahan di Kecamatan Lubukbasung, Palembayan, Palupuh, Tilatangkamang, dan Matur. "Tentu saja saya akan memusyawarahkan dulu, sehingga kita siap dengan program abakisasi," katanya.

Terpikatnya Djan Mahruzar dengan serat abaca bagaikan kisah "Kembalinya si anak hilang." Lelaki dengan dua putra ini dilahirkan di Lubukalung (Sumbar) dan menyelesaikan jenjang pendidikan sarjana di Universitas Djaja Baya Jakarta. Dilanjutkan program master di Institute for Marketing & Management Hongkong, kemudian doktor di American Institutes of Management Studies, Hawaii, AS. Sebagaimana layaknya orang Minangkabau, studi utamanya memilih bidang pemasaran dengan menghasilkan buku Markerting Masa Kini, diterbitkan oleh Djambatan (1985).


Djan Mahruzar sudah pernah menjadi sekretaris Prof Dr Abu Hanifah, eks Dubes di Italia dan Brasil, juga pernah bekerja di perusahaan farmasi multinasional sampai akhirnya ditunjuk sebagai eksekutif untuk wilayah Asia Pasifik dari Security Trading House Direct Venture Group dengan kantor pusat di London, Inggris. "Pada masa-masa bekerja di Hongkong itulah saya mulai mengenal tanaman abaca, karena tugas saya mengelola pembelian beragam produk agroindustri di sekeliling kawasan Pasifik."

Beberapa tahun lalu, ketika perusahaannya mulai berusaha mencari lahan baru untuk tanaman abaca di luar Filipina, Malaysia, India, Vietnam, India, dan Ekuador, pikiran cerdiknya mulai berputar, "Mengapa tak saya galakkan kembali tanaman abaca di Indonesia?"
"Pasar potensial abaca selama ini terbuka di Jepang, Amerika, dan negara-negara Eropa dengan taksiran kebutuhan 600.000 ton/tahun. Filipina per tahun menghasilkan sekitar 80.000 ton, Ekuador 10.000 ton, maka dalam kata lain, masih terbuka peluang besar bagi kita untuk ikut bermain abaca."
Sambil tersenyum, Djan Mahruzar mengatakan, "Mudah-mudahan saja, kalau rupiahnya nanti sudah dicetak dari kertas abaca eks tanaman sendiri,...tak gampang layu." (Julius Pour)

Bisnis Stiforp Cukup Pakai Blog Saja

Bisnis di Internet memang bisa dijalankan dengan Blog saja. Yes, demikian simplenya. Anda bisa juga menjalankan Bisnis Stiforp dengan mudah menggunakan blog Anda. Anda tinggal menceritakan tentang prospek dan kebenaran bisnis ini, kemudian buat link dari blog Anda yang mengandung artikel tentang bisnis tersebut ke website replika utama anda yang mempresentasikan bisnis stiforp depok ini lebih detail lagi. Prinsip yang sama dapat anda lakukan untuk bisnis internet lainnya tentu saja. Jadi, blog bisa berfungsi sebagai Landing Page atau halaman tempat anda bercerita, kemudian Anda bisa mengarahkan calon pembeli ke website lainnya yang akan menghandle hal tersebut.

Bisnis online di internet merupakan bisnis yang banyak dijalankan orang dan bisnis seperti ini bisa sangat luar biasa di pasaran. Kami mempunyai support sistem yang teruji untuk menjalankan bisnis ini yang dipasarkan dalam format bisnis jaringan ini di sini: Stiforp Depok Big Dream
http://stiforpindonesia.com/?reg=stiforpdepok

Benarkah, Penduduk Jakarta Rawan Terkena Serangan Jantung?

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kemacetan di Ibu Kota Jakarta dinilai dapat menyebabkan penyakit jantung pada masyarakatnya. Kemacetan tinggi yang mengakibatkan stress, beresiko tiga kali lebih tinggi terkena serangan jantung.
"Sekitar 60 persen orang yang terkena serangan jantung punya stress," ujar ahli penyakit jantung dari Universitas Indonesia, Santoso Karo Karo, di Jakarta, Rabu (4/8).
Dan, serangan jantung tersebut muncul tanpa ada tanda-tanda sebelumnya. Dia mengungkapkan, hal itu terungkap dalam penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat terhadap 3.200 responden. Pola hidup yang penuh dengan stress karena pengaturan waktu yang buruk, dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah.
Tanda-tandanya pun dapat dikenali dengan mudah. Pada saat denyut jantung dan tekanan darah meningkat, akan muncul rasa nyeri di dada atau yang biasa disebut angina pektoris.
Untuk dapat hidup sehat dan terhindar dari serangan jantung, masyarakat harus menerapkan hidup SEHAT (Seimbang gizi, Enyahkan rokok, Hadapi dan atasi stres, Awasi tekanan darah, dan Teratur berolah-raga).

Santoso mengajurkan, masyarakat perlu memeriksakan tekanan darahnya secara berkala. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit jantung. Selain itu, dia juga berharap masyarakat Kota Jakarta membiasakan untuk berjalan kaki. "Untuk anak muda minimal 10 ribu langkah per hari," jelasnya. Sedangkan untuk para lansia, dianjurkannya berjalan antara 3.500-7.500 langkah per hari serta minum JUZZ Manggis.
Untung saya jarang sekali kena macet, karena saya cuma kerja di rumah, dan sering cuma pakai kaos + celana pendek
http://buildinternetbiz.info/achmad 

Stiforp Bisnis Online Yang Memang Menjanjikan

Produk yang paling mudah diserap pasar online memang pulsa, sebab semua butuh dan menjalankannya pun mudah. Hanya saja karena padatnya persaingan maka sangat banyak temen-temen yang belum mendapatkan penghasilan lumayan dari bisnis pulsa yang berjibun persaingan ini, itu fakta bukan?. Jika itu yang Anda alami, maka tak salah untuk terus berjuang tentu saja :)

Apakah ada peluang bisnis lainnya yang selain pulsa yang juga demikian mudah diserap pasar? Yes tentu saja banyak sekali.

Namun para pebisnis yang biasanya punya penghasilan diatas rata-rata, tau benar produk seperti apa yang akan mereka unggulkan dalam bisnis online mereka. Kuncinya adalah: produk tersebut punya pangsa pasar yang sangat besar, tetapi persaingannya belum begitu padat.

Contohnya: Bisnis Online Stiforp yang bekerja dengan TOOLS hebatnya

Informasi lengkap terdapat di website support ini kawan: Stiforp Depok Big Dream
Best Regards
Yanbur
http://stiforpdepok.stiforpid.com

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Printable Coupons